Ada beberapa daftar makanan yang harus dihindari saat hamil 9 bulan. Hal ini perlu Anda perhatikan dengan baik agar masa kehamilan Anda dapat berjalan dengan baik. Walaupun ada dasarnya tidak ada pantangan makan bagi ibu hami, kecuali yangmenyebabkan alergi.
Namun, ketika kehamilan sudah memasuki trimester ketiga, terdapat beberapa makanan yang sebaiknya dikurangi atau dihindari agar ibu dan janin yang dikandung tetap sehat sampai pada waktunya melahirkan.
Makanan yang Harus Dihindari saat Hamil 9 Bulan

Ketika memasuki triester ketiga, terutama pada bulan kesembilan di masa kehamilan, sebaiknya Anda mulai mengurangi atau menghindari beberapa makanan yang salah satunya mungkin merupakan favorit Anda, sebagai berikut:
1. Durian
Hampir semua orang Indonesia menyukai durian. Namun ketika Anda hamil dan sudah memasuki usia 9 bulan. Sebaiknya Anda mengurangi atau menghindari makan durian. Durian merupakan buah yang tinggi gula juga tinggi kalori sehingga dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional dan obesitas selama kehamilan. Diabetes gestasional terindikasi menyebabkan tubuh bayi sangat besar atau makrosomia.
2. Kafein
Tidak hanya dalam kopi atau teh, kafein yang tidak disadari juga banyak terkandung dalam coklat. Ketika hamil, terutama sudah trimester 3, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi kafein karena kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
Walaupun ada beberapa riset yang mengatakan bahwa mengonsumsi kafein tidak lebih dari 300 miligram per hari dianggap masih aman bagi ibu hamil. Namun untuk menghindari risiko sebaiknya tidak mengonsumsi kafein selama hamil.
3. Makanan dengan Pemanis Buatan
Pemanis buatan seperti sakarin dan juga aspartam sangat berbahaya bagi kehamilan. Bahkan pada kemasan minuman kemasa sudah terdapat peringatan untuk tidak dikonsumsi ibu hamil dan ibu menyusui.
Pemanis buatan dapat menembus plasenta dan menumpuk dalam tubuh janin. Hal ini menyebabkan bayi kelebihan berat badan. Ditambah dengan risiko obesitas pada ibu juga rasa ingin mual dan muntah yang lebih tinggi ketika terlalu banyak mengonsumsi pemanis buatan. Buah merupakan cemilan manis paling baik bagi ibu selama kehamilan
4. Keju yang Tidak Dipasteurisasi
Keju yang tidak dipasteurisasi harus dihindari selama kahamilan terutama pada bulan kesembilan. Karena keju yang tidak dipasteurisasi dapat meningkatkan risiko listeriotik, yaitu infeksi yang berbahaya bagi janin yang ada di dalam kandungan.
5. Ikan Pelagis atau Ikan Laut Lepas
Ikan pelagis atau disebut dengan ikan laut lepas seperti tongkol, tuna, tengiri, marlin dan ikan todak. sebaiknya tidak terlalu banyak dkonsumsi selama kehamilan. Ikan laut memang terbukti kaya akan omega 3 dan 9, namun kemungkinan besa juga membawa merkuri dalam tubuhnya
Merkuri dapat mengganggu perkembangan janin, jika ingin makan ikan laut konsumsilah ikan kaang seperti kerapu atau kakap. Yang memang hanya hidup dalam perairan bersih.
6. Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji miskin nutrisi dan kaya akan gula, kalori serta lemak. Ketika sering dikonsumsi saat hamil akan lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya. Jadi sebaiknya tidak dikonsumsi terlebih sudah memasuki masa akhir kehamilan
7. Daging Kurang Matang
Banyak yang menyukai steak atau daging merah terutama yang masih setengah matang. Karena akan terasa lebih juicy dan tidak alot. Namun apabila Anda sedang hamil 9 bulan sebaiknya Anda mengolah semua daging yang Anda konsumsi hingga benar-benar matang. Karena terdapat bakteri atau virus di dalam daging mentah yang bisa menembus plasenta dan membahayakan kesehatan janin.
8. Makanan Tinggi MSG
Bagi yang tidak terbiasa terutama saat sedang hamil, penyedap rasa dapat menyebabkan sakit kepala, tekanan darah meningkat, juga jantung berdebar lebih cepat.

